BLT Tahap Akhir 2025 Desa Lola Resmi Disalurkan, Kepala Desa Lola: Semoga Mengurangi Beban Penerima dan Dipergunakan Sebaik Mungkin

Irwan Adjam, Kepala Desa Lola, Kecamatan Oba Tengah, mulai menyalurkan BLT kepada 5 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

TintaOne.com, Tikep – Pemerintah Desa Lola, Kecamatan Oba Tengah, Tidore Kepulauan (Tikep), Provinsi Maluku Utara (Malut) mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahap akhir Tahun 2025.

Penyaluran BLT kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selain menjalankan perintah peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, juga bagian dari wujud kerja nyata sosok pemimpin di Desa yang selalu memprioritaskan kebutuhan masyarakatnya lewat setiap program dan bantuan tersebut.

Bantuan ini juga merupakan bagian dari upaya Pemerintah Desa dalam membantu masyarakat miskin ekstrem dan yang terdampak secara ekonomi. Acara penyerahan BLT Dana Desa ini dilaksanakan di Balai Desa Lola dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Lola, Irwan Adjam.

Berdasarkan data yang telah diverifikasi dan ditetapkan melalui Musyawarah Desa (Musdes), terdapat total lima Kepala Keluarga yang menerima bantuan pada tahap ini.

Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima dana sebesar Rp300.000,00 per bulan terhitung dari Agustus, September, Oktober, November dan Desember. Total dari yang diterima perorang/keluarga, sebanyak Rp1.500.000 sesuai dengan peraturan yang berlaku, yang bertujuan untuk meringankan beban ekonomi sehari-hari.

Kepala Desa Lola, Irwan Adjam berharap BLT yang disalurkan ini dapat mengurangi beban keluarga yang berhak menerima.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga, terutama untuk kebutuhan pangan,” ucao Irwan Adjam.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Lola, Irwan Adjam, menyampaikan bahwa meskipun jumlah penerima pada tahap ini relatif kecil, bantuan ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah desa untuk hadir di tengah kesulitan warganya.

Irwan Adjam juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan Dana Desa. Ia berharap BLT ini dapat menjadi stimulus kecil bagi pergerakan ekonomi keluarga penerima.

“Ini adalah ikhtiar kami untuk menanggulangi dampak ekonomi yang dirasakan warga kurang mampu. Meskipun penerima kita fokuskan hanya lima keluarga berdasarkan kriteria kemiskinan ekstrem, kami pastikan penyaluran ini tepat sasaran dan transparan,” ujarnya.

“Harapan terbesar saya, dana ini bisa sedikit memberikan napas segar dan semangat bagi keluarga penerima untuk terus berjuang. Kami akan terus mencari program lain yang bisa menjangkau lebih banyak warga,” harap Irwan Adjam, Kepala Desa Lola.

Irwan Adjam secara institusi, Pemerintah Desa Lola, berpesan kepada para penerima manfaat untuk menggunakan dana BLT ini dengan bijak dan memprioritaskan kebutuhan esensial.

Kepala desa berkomitmen akan terus memantau kondisi sosial ekonomi warganya dan memastikan program-program bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah dapat tersalurkan secara adil dan merata.

***